Tampilkan postingan dengan label Vintage Radio Receivers. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vintage Radio Receivers. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Oktober 2014

Radio PHILIPS 16AL217

Radio PHILIPS 16AL217 ini didapat dari Purwakarta pada bulan September 2014 kondisi no tested tentunya dengan harga "bersahabat".  Saya tertarik dengan radio ini karena teringat tahun 1989 salah satu rekan ngebrik di 100 meter (zaman antena long wire) menggunakan radio ini sebagai receiver, kadang-kadang kami juga siaran

Radio PHILIPS 16AL217 ini memiliki  band MW dan SW, setelah saya pasang battery ternyata hidup normal, hanya knob potensio saja yang perlu lem karena pecah. Senang sekali, radio kenangan  dengan kondisi hidup normal, full original, lengkap, body mulus, hanya tulisan pada panel saja  terhapus.
 


Selasa, 03 Juni 2014

Radio VEF 202

Radio VEF 202 didapat dari Depok Jawa Barat pada akhir bulan April 2014. Saya begitu tertarik dengan radio ini karena ingin memiliki radio transistor brand dari Eropa Timur atau Amerika. Dalam keadaan no tested, saya mencoba negoisasi kemudian deal walaupun saya ragu apakah parts masih dalam keadaan lengkap. Saya berfikir pasti ada parts yang unik yang merupakan ciri suatu produk brand seperti  GRUNDIG , kalau ini tidak ada butuh waktu lama untuk "menghidupkannya".

Setelah  sampai radio VEF 202 dibersihkan, saya kagum dengan kekokohan kotak plastiknya kalau  tampilan seperti biasanya radio era 70-an. Penasaran, saya lanjutkan membersihkan bagian dalam, ingin tahu "mesinnya", ternyata wow ok banget full original, band selektornya seperti radio Zenit 3000-1 , tetapi yang berputar rangkaian penalanya.





Puas melihat-lihat, kemuadian googling, banyak sekali informasi mengenai radio VEF 202 ini. VEF was one of the pioneers in the transistor analog radios in the Soviet Union. Together with Latvian Radiotehnika and Belorussian Selena radios the VEF set the standards for  Soviet radio quality                  (http://latvianhistory.wordpress.com/2014/02/13/the-vef-radios/).

Saya coba memberikan tegangan 9 Volt, band Long Wave hanya menangkap RRI programa 4 Yogyakarta itupun tidak selektif semua band dipenuhi siaran RRI Yogyakarta. Kesimpulannya bagian penguat antena berfungsi,  lokal oscillator tidak berfungsi. 

Sambil memanaskan solder saya amati solderan pada PCB, saya fikir mungkin hanya solderan saja yang kurang baik kemudian saya solder ulang transistor oscillator. Benar dugaan saya, radiopun berfungsi kembali, sayang range band radio ini unik, mungkin ini standar di Uni Soviet.




Jumat, 17 Januari 2014

Radio GRUNDIG Transistor 600

Radio transistor GRUNDIG transistor 600 ini hasil "berburu"  di pasar Klithikan Yogyakarta. Sampai saat ini radio brand GRUNDIG masih favorit saya, dipandang dari semua segi istimewa, yang sebelumnya  juga saya telah memiliki radio GRUNDIG LUXUS Transonette .

Selain penampilan, desain dan kualitas yang istimewa, ada yang menarik yaitu
1. Band dari 510 kHZ sampai 30 MHz, jarang sekali radio sampai 30 Mhz, jadi radio ini sudah All     Band    HF receiver.
2. SW Band spread (fine tuning) yang unik menggunakan mekanisme posisi plat yang dapat diatur dengan knob diinduksikan ke coil core osilator, agak kuno namun tetap efektif.
3. PCB sudah double layer, untuk sebuah radio receiver rumahan apalagi tahun 70s ini merupakan hal istimewa.
4. Menggunakan varco logam

Kondisi radio ini bekerja normal setelah diperbaiki , tampilan sudah agak kusam, ujung antena sudah patah dan tiga buah ttransistor dan loud speaker sudah diganti.

Band: MW 510-1600 kHz
         SW1 1,6-4,8 MHz
         SW2 4,75-12 Mhz
         SW3 12-20 MHz
         SW4 19,5-30 Mhz
Knob: tone, band spred, volume, tuning
Phono input
Eksternal antena plug
Battery eksternal plug
Earphone plug
Battery 9 volt


 

Jumat, 10 Januari 2014

Radio PHILIPS L5X

Radio PHILIPS L5X saya dapat dari Purwokerto jawa tengah. Senang rasanya mendapatkan radio ini mengingat saya telah memiliki radio PHILIPS L4X. Kode X berarti buatan Belanda dari kota Eindhopen, kota "markasnya" PHILIPS, sehingga radio dengan kode X orang sering menyebutnya PHILIPS Eindhopen.

Radio Philips dengan kode X sangat menarik penampilannya, tetapi untuk L5X desain PCB kurang baik terkesan "berantakan". Yang menarik dari segi teknologi yaitu  rangkaian mixer dan osilator yang terpisah atau orang sering menyebut penguat RF, telah dilengkapi fine tuning secara elektronik aktif bukan menggunakan variable condensator (varco) kecil, AFC dan adanya setelan kekerasan audio.

Kondisi radio ini bekerja setelah direparasi, band SW 1 (kalau radio brand lain SW3) tidak difungsikan karena switch band yang sulit diperbaiki. Sangat memuaskan penerimaan radio ini walaupun beberapa transistor telah diganti dengan buatan Jepang. 

- Band: MW 550 - 1500 kHz
           SW3: 1,7 - 4 Mhz
           SW2: 4 - 10 Mhz
           Sw1: 16,6 - 21 Mhz
- Knob: volume. tuning, SW fine tuning, volume, tone
- Dial light
- AFC
- Setelan kekerasan audio.
- Indikator level battery dan tuning
- Audio in plug
- Earphone plug
- Eksternal antena plug










Senin, 14 Oktober 2013

Radio Sanyo 853

Pada awalnya Sanyo Electric Co, Ltd  membuat lampu generator sepeda.   Radio pertama dengan cabinet plastik SS-52 dibuat tahun1952 kemudian radio transistor pertama model 6C1 dibuat tahun 1956 (http://panasonic.net/sanyo/corporate/profile/history).

Radio Transcontinental Sanyo 853 didapat dari Gamping Sleman Yogyakarta awal September lalu dalam keadaan hanya band MW yang berfungsi dengan sumber tegangan battery.Setelah mengalami perbaikan pada selector band dan memasang kembali trafo adaptor radio inipun berfungsi normal kembali.Dari pisiknya radio ini diproduksi sekitar tahun 70-an terlihat dari kotak yang dibalut kulit, sistem audio amplifier masih puspull dengan trafo input dan output.

Band : 
          MW : 53-160 kHz
          SW1: 1,6-4,5 MHz
          SW2: 4,5-12 MHz
          SW3: 12-26 MHz
Fine Tuning
Knob: on/off volume, tuning
Sumber tegangan: AC 220 V, DC 6 V (4 battery D size)












Jumat, 06 September 2013

Radio Grundig LUXUS Transonette 76

Radio Grundig LUXUS Transonette 76 ini saya dapat dari kota Malang Jawa Timur. Radio ini sangat menarik karena komponen elektronik yang berkualitas, mixer dan oscilator yang terpisah, tampilan dan warna yang cool tentu saja buatan Jerman. Setelah googling di internet, sedikit informasi yang didapat dari radio ini, tidak seperti pendahulunya Grundig Transonette 70.

Type : 76 L 
No. 103042
Band : SW 1  2,3-7 MHz
           SW 2  6,5-18 Mhz
Knob : ON/volume, tuning, band switch selector
Battery : 6x1,5 D size (UM-1)

Kondisi working setelah direstorasi. Sistem dial dan band switch selector telah dimodifikasi, knob tidak original,  transistor oscilator diganti dengan buatan Jepang.









Kamis, 05 September 2013

Radio Zenith Trans Oceanic 3000-1

Zenith Trans Oceanic 3000-1. Radio ini diproduksi oleh Zenith Radio Coorporation Chicago Illionis USA sekitar tahun 1963.  Banyak sekali informasi  di internet, mungkin radio ini termasuk favorit kolektor.Yang menarik lagi dial light yang unik, seluruh transistor menggunakan soket dirakit tanpa menggunakan PCB, panel meter dilengkapi dengan keterangan propagasi,  broadcast dan amatir. Seperti radio-radio era 60an lainnya teknologi PA menggunakan trafo input output dan varco lagam.

source flickr.com


Band : FM : 88-108Mc
           LW,FAA,Weater :  150-400 Kc
           Broadcast:  550-1600 Kc
           Weater, Marine, Amateur : 2-4 Mc
           Weater, Marine, SW BCast :  4-9 Mc
           Afternoon & Evening : 9,4-10,1 Mc
           Afternoon & Evening : 11,4-12,3 Mc
           All day : 14,6-15,8 Mc
           All day : 17,2-18,4 Mc

Knob : tuning, tone, band selector
Swich : dial light, FM AFC
Plug : earphone, battery eksternal

Kondisi radio hidup normal setelah diperbaiki. Transistor oscilator AM dan rafo IF tidak original lagi , tutup depan bagian atas tidak ada demikian juga tentengan yang sekaligus sebagai sistem antena.








Selasa, 04 Juni 2013

Radio Telesonic TR-500

Radio Telesonic TR-500 didapat dari pasar bringharjo pada bulan Mei 2013. Kondisi hidup normal setelah direstorasi. Radio ini masih menggunakan varco logam dan teknologi audionya menggunakan tarfo input output. Kelebihan radio ini adalah fiturnya yang lengkap dan rangkaian mixer dan osilator yang terpisah.

Merek Telesonic, tipe TR-500, all transistor
Band : MW  520-1605 KC
           SW1 1,6-4 MC
           SW2  4-10 MC
           SW3 10-22 MC
Knob: tuning, band selector, treble, bass, volume
Tuning indicator
Dial light
Plug earphone
Plug catu daya external
Plug phono (audio in)









Sabtu, 01 Juni 2013

Radio National R-441B

Radio National R-441B ini saya dapat dari Karang Anyar Solo sekitar awal bulan Mei 2013. Sebenarnya radio ini adalah target lama, tetapi karena harganya lumayan mahal terpaksa saya tunda. Mahalnya radio ini menurut saya mungkin termasuk kelas atas, model, fitur dan  warna yang OK banget,  ditambah made in Matsushita Electronic Japan diproduksi sekitar tahun 1963. 

Saat baru dapat kondisi radio menyedihkan kotor luar dalam, panel meter tidak kelihatan sebagian. Setelah dibersihkan, tiba saatnya memberikan power dengan empat buah battery D size, volume di buka klik zzzzzkressss, saya putar selektor band dari MM sampai SW3 ksrek, ksrek, ksrek, krsek, OK bagian penguat IF dan PA befungsi, belum tuning,  Saya arahkan band kembali ke MW, tuning,  beberapa stasion radio terdengar, malam hari saya coba band SW juga berfungsi baik. Alhamdullillah saya dapat radio idaman tanpa repair and restoration, akhirnya radio siap diambil gambar dan masuk dalam daftar koleksi.

Radio National R-441B made in Matsushita Electronic.

Band: MW  530-1600 KC
          SW1 1,6-4,5 KC
          SW2 4,5-12 KC
          SW3 12-26 KC

Knob: Tuning, Volume ON/OFF, fine tuning, selektor band

Switch: AC/DC, audio Hi-Lo

Dliengkapi plug antena eksternal, plug earphone dan phono (audio in)         

AC/DC: AC = 110/220 V,  DC 6 V 4 buah battery UM1/Dsize









Kamis, 07 Februari 2013

Radio Tjawang Kecil

Dari beberapa radio yang saya miliki, radio Tjawang ini yang sangat ditunggu-tunggu kehadirannya mengingat Tjawang adalah brand asli  dan pelopor industri elektronik Indonesia. Radio Tjawang ini diproduksi setelah ada kerja sama dengan National Jepang terlihat dari label tutup belakang, jadi setelah tahun 1970. Saya sangat senang karena kondisi pisik baik, hidup, walaupun belum bisa menangkap siaran. 

Didapat dari Branti Lampung Selatan Januari 2013  milik sahabat breaker Imam yang menghibahkan kepada saya. Bentuknya kotak sederhana dari bahan plastik keras, hanya satu band SW  2,3 - 7 Mhz, dengan knob tuning yang unik.