Tampilkan postingan dengan label Repair and Restoration. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Repair and Restoration. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Juli 2022

Menghidupkan Radio Grundig Satellit 2400

 


Kondisi radio on tetapi band AM dan FM tidak dapat menerima siaran


















Test memory chanel FM


Test tuning FM






Test AM SW3






Selasa, 26 Juli 2022

Menghidupkan Radio Sanyo RP2127

Radio Sanyo model RP2127 ini dibeli dari toko on line dengan kondisi un tested. Tertarik dengan penampilan yang cukup mempesona walaupun masih ragu apakah masih  menggunakan transistor atau IC, Setelah radio diterima serta dibuka covernya, ternyata masih menggunakan transitor kobinasi transistor NPN dan PNP klasik. Transistor PNP klasik digunakan pada bagian penguat akhir. Kabel power suplly 4,5 volt dari battrai putus, setelah disambung  ada suara sinyal IF dari speaker walaupun kecil. Mulai identifikasi masalah dengan mengorek-ngorek bagian penguat akhir sampai mixer oscilator, berfungsi semua tetapi tidak menerima siaran. Terlihat ada satu resistor pada bagian mix-osc yang berbeda, dilepas saja, pasti ini tambahan.




Setelah resistor yang  berbeda dilepas, radio belum juga bersuara. Perhatian tertuju ke lilitan tuning antena yang solderannya beberapa titik berbeda, curiga mungkin tertukar. Ternyata benar, tertukar antara lilitan tuning antena antara MW dan SW yang terhubung ke varco. Ahaaaaai suara sinyal IF terdengar normal dispeaker, tapi belum juga menerima siaran. Dugaan terakhir transistor mix-osc sudah lemah. Sambil istirahat sejenak coba memperhatikan bagian mix-osc, ternyata untuk band MW osc disuntikkan ke basis melalui lilitan ferrit antena sedangkan band SW osc disuntikan langsung ke emitor transistor mix-osc.



Mencari-cari transitor C930 pengganti  cukup tersedia di kotak rongsok karena sering digunakan untuk RF seperti C829, C380, C372. Woww setelah diganti, suara sinyal IF terdengan lebih kuat hingga interferensi dari lampu pun masuk, band SW telah berfungsi menerima siaran dari luar negeri tetapi MW yang lokal RRI Tanjung Karang tidak terdengar. Berhubung saya tidak butuh siaran MW radio pun dipasang covernya.    






Waktu sudah menunjukkan jam 22 :00, beres-beres peralatan dan bergegas ke peraduan sambil nenteng radio hihihi. Coba dial MW lagi, ternyata siaran RRI yang cuma satu satunya siaran MW di Lampung  terdengar jelas, ternyata saat diruang ngoprek tertimpa oleh interferensi lampu. Lelah dan ngatukpun hilang, langsung ambil obeng trim untuk menetapkan frekuensi RRI yang terlihat bergeser.




Senin, 11 Juli 2022

Menghidupkan AM Radio Grundig Satellit 2100

 


Kerusakan dibagian osilator AM, transistor sudah tidak berfungsi dan kapasitor trimer hubung singkat. Transistor osilator diganti dengan buatan Jepang, untuk pengganti kapasistor trimer masih dapat yang original dari toko on-line.



                                Terimakasih  google untuk skemanya, lupa sumbernya he he he








Rabu, 21 Mei 2014

Menghidupkan Radio Telesonic NT-802

Radio Telesonic NT-802 ini didapat dari Semarang JawaTengah pada pertengahan Mei 2014. Keadaan no tested apa adanya, apapun kondisinya saya tetap senang karena radio telesonic model ini belum memilikinya.


Setelah dibersihkan, reparasi mulai dari bagian PA, bagian in tidak berfungsi karena rusak transistor PA  dan trafo IT. Gawat trafo IT modelnya lain, apakah masih ada yang jual?. PA radio Telesonic NT-802 ini  sistem OTL sudah cukup maju pada saat itu. Sambil menunggu mendapatkan trafo IT, reparasi langsung ke bagian mix-osc, bagian inipun telah maju, sudah menerapkan rangkaian yang terpisah antara mix dan osc. Terlihat bagian ini hanya kurang coil antena SW2, maka saya pasang coil antena (originalnya pakai koker picnic coil)  kemudian re-wiring.

 

Untuk mengujinya saya menggunakan amplifier eksternal, bagian IF bekerja, bagian mixer bekerja. Saya arahkan selektor ke SW1 ada tanda-tanda berfungsi kemudian ke SW2, lho kok menangkap siaran MW, saya jadi curiga bagian ini telah dimodifikasi. 

Keesokan harinya saya "berburu" trafo IT, tidak dapat, sampai mencari ke pasar loak. Penasaran saya coba lagi mencari ke salah satu toko yang kebetulan tempatnya bisa kita lihat, saya amati satu per satu, ternyata ada. Pantesan penjualnya bilang tidak ada karena tempatnya bertuliskan trafo OT. 

Setelah trafo IT terpasang, transistor 2SA 178 (bodi panjang) saya  ganti dengan AC 128 ex. radio Philips yang sama-sama menggunakan tegangan 9 volt. Belum berfungsi juga, saya cek transistor driver 2SA 171 ternyata putus, diganti dengan 2SA 175. Belum berfungsi juga, terakhir saya ganti elco kopling ke loud speaker, hasilnya bekerja, dari kejadian ini ini saya ganti semua kapasitor kopling.



Selanjutnya memulihkan bagian mix-osc, kalau mengembalikan ke SW2 kembali saya harus mengganti coil osc-nya, sulit mencarinya karena modelnya lain dari yang biasa (enam pin), kalaupun menggulung ulang saya nyerah he he he, akhirnya saya tetapkan biarkan MW. Coil antena SW2 pun saya ganti dengan MW, tapi kok tidak maksimal penerimaannya, saya cek kembali nilai-nilai komponen (kapasitor) bagian ini. Ternyata kapasitor kopling ke varco dan ke mix tidak sesuai, untuk ke mix SW1 saya ganti denan 2n2, ke MW 4n7 dan ke varco MW saya ganti kapasitor padder 510 PF, hasilnya memuaskan.


Sealanjutnya  memasang tali gelombang dan membuat jarum penunjuk menggunakan kawat email 1 mm.


Karena tempat battery originalnya sudah karatan saya putuskan untuk tidak dipakai dan membuat kembali menggunakan PCB dan per battery holder yang baru, atenapun diganti dengan yang baru.


Terakhir mengganti knob, radiopun siap menghiasi rak koleksi saya.


Senin, 19 Mei 2014

Menghidupkan Radio Tjawang

Radio Tjawang ini berasal dari seseorang yang baik hati di Pasar Baru Imogiri Yogyakarta pada pertengahan bulan Mei 2014. Sebenarnya radio ini bukan target karena saya sudah punya, tetapi karena kondisi komponen masih lengkap bahkan lebih (dimodifikasi MW), tertarik juga. Kekurangan hanya loud speaker yang sobek dan tutup tidak original.


Setelah dibersihkan, perbaikan dimulai dari bagian PA, bagian ini berfungsi baik. Agar coil oscillator tidak rusak akibat PCB yang dibolak-balik saya pasang baut panjang untuk melindungi. Selanjutnya ke bagian IF, transistor IF pertama rusak saya ganti dengan 2SA12. 
   

Selanjutnya memasang varco, coil antena dan re-wiring bagian mix-osc,  tidak begitu rumit karena hanya satu band. 


Setelah bagian mix-osc berfungsi dilanjutkan dengan  menambal loud speaker yang sobek dan memasang battery holder yang baru. "Mesin" siap dimasukan ke casingnya.





Untuk menepatkan frekuensi oscillator digunakan satu radio sebagai referensi. Setelah frekuensi kira-kira tepat dan bisa menerima sinyal oscillator, langsung mengetrim IF dengan mendengarkan suara desah sinyal, sehingga nanti malam tidak berlama-lama ngetrim. Pada malam hari  seperti biasanya BBC World Service sudah bisa dimonitor, saya coba untuk ngetrim IF lagi.


Selasa, 13 Mei 2014

Restorasi Radio National "Macan"

Radio National "Macan" ini didapat dari Purworejo Jawa Tengah pada awal Mei 2014 dalam keadaan tidak ada loud speaker dan beberapa komponen lainnya. Sebenarnya radio ini bukan target karena saya lebih menyukai radio transistor yang masih menggunakan transistor germanium dan varco logam, varco plastik kurang awet dan lebih susah mencarinya dari pada varco logam.



Setelah dibersihkan selanjutnya memasang loud speaker, beruntung saya masih mendapatkan asli brand National Indonesia. Sebelum menguji bagian PA mengganti potensionya, karena sulit mencari yang porosnya panjang, terpaksa yang poros pendek dengan sambungan, tetapi tetap potensio vintage. Bagian PA berfungsi normal, tetapi bagian IF belum berfungsi, maka saya cek masing-masing transistor, ternyata salah satu transistor tidak tidak mendapat tegangan bias karena salah satu resistornya tidak ada. Setelah resistor bias dipasang bagian inipun berfungsi.



Selanjut ke bagian mix-osc, kelebihan komponen mungkin pernah dimodifikasi, bagian ini hanya kurang kapasitor trimer dan coil antena MW. Trimer belum saya pasang, langsung untuk mengujinya diawali dengan memasang coil antena MW, bagian ini tidak berfungsi. Terlihat bagian ini baik-baik saja, ternyata kapasitor kopel ke penala hubung singkat. Setelah diganti belum berfungsi juga, terlihat kedua spoel oscillator pernah diganti, maka saya ganti dengan yang baru untuk MW ukuran mini, kalau spul SW jangan harap mendapatkan yang baru. Masih belum berfungsi, maka saya ganti lagi dengan spul MW ukuran besar (ex. radio telesonic), tidak berfungsi juga. Akhirnya saya mencoba membalik jalur PCB sekunder spul osc, berhasil,  mungkinkah spul osc aslinya urutan pinya dibuat khusus?. Untuk sementara saya nikmati dulu siaran MW sambil membuat knob band selector ex. potensio lama. Keesokan harinya saya ke pasar loak mencari radio rusak untuk mencari spul osc SW. 

Setelah dipasang spul SW  ada tanda-tanda bekerja, kemudian saya gunakan satu radio untuk menepatkan frekuensi oscillatornya dan sebaiknya apakah sudah bisa menerima sinyal oscilator. Setelah yakin band SW berfungsi selanjutnya memasang antena baru, kapasitor trimer  osc ex. radio telesonic dan trimer antena NOS. Pada malam hari BBC World Service dimonitor dengan baik maka selesailah restorasi radio National "Macan".