Tampilkan postingan dengan label Theory And Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Theory And Tips. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Oktober 2022

Up-grade Menjadi Tranceiver

Setelah up-grade menggunakan DDS tahun 2020, pada 2022 up-grade kembali ke Tranceiver milik Sugriwo alias Walidi.










Rabu, 06 November 2013

Indentifikasi Radio Transistor

Tulisan ini akibat dari melihat iklan jualan radio disalah satu toko on-line yang kadang harganya tidak wajar dan deskripsi yang menyesatkan. Kemungkinan  penjual memang tidak tahu atau ada maksud lain. 

Radio transistor pertama Regency TR-1 dibuat pada tahun  1954, yang kedua Raytheon 8-TP-1 dan Zenith dibuat tahun 1955 berikutnya Sony TR-55, TR-7, TR-63. Radio-radio tersebut bentuknya masih kecil dimana siaran masih didominasi berita. Setelah siaran radio menjadi hiburan (musik) bentuk radiopun berubah kabinetnya membesar untuk merepro HiFi.

Sony TR-63


Regency TR-1


Seberapa tua kah radio transistor yang kita miliki? berikut bisa menjadi acuan untuk identifikasi:

Transistor
Radio-radio keluaran dibawah tahun 1970 menggunakan transistor germanium, setelahnya menggunakan transistor silikon.

 Transistor Germanium


Kabinet
Bentuk dan bahan kabinet ini tidak mutlak, mengikuti trend di negara masing-masing. Kabinet dari kayu lapis dan plastik trend sekitar tahun 1960, sekitar 1960-1970 trend kabinet yang dilapisi kulit sintetis. Sekitar tahun 1980 trend kabinet penutup speaker  menggunakan alumunium dan kabinet plastik dengan bentuk yang moderen.

Teknologi Elektronik
Radio transistor yang tua menggunakan trafo input dan output pada penguat audionya dan menggunakan varco (pencari gelombang) dari bahan logam, tetapi radio keluaran tahun 1970 masih ada yang menggunakan varco logam.

 Radio dengan varco logam dan trafo input output

Kreteria di atas tidak berdiri sendiri, bisa saja kombinasi jadi beberapa sisi yang harus diperhatikan. Semoga tulisan ini bermanfaat, kalau ada kesalahan mohon koreksinya.

sumber:
http://www.sony.co.id/article/211356/section/sonysstory

http://antiqueradio.org/identify.htm

http://en.wikipedia.org/wiki/Transistor_radio

  

Kamis, 09 Mei 2013

Final Pemancar AM 80 Meter MOSFET

Semenjak switching power MOSFET dikembangkan kita tertolong untuk mendesain pemancar dengan daya yang lebih besar dengan biaya yang rendah. MOSFET disini tentunya bukanlah asli MOSFET RF tetapi switching yang kita "paksa" bekerja untuk penguat RF di sekitar frekuensi 3,5 MHz. 

MOSFET yang sering saya gunakan adalah K2837 dan K2698 yang harganya Rp. 12.000, bagaimana pengunaanya? kita cek dahulu data sheetnya seperti berikut.


Drain Power Disipation K2837 150 watt, ini adalah daya drain berikut rugi-rugi, maka saya mendesain daya output pemancar hanya 80 watt dengan tegangan drain 75 volt (60 volt pada trafo). Pertimbangannya adalah dengan nilai nilai tersebut impedansi drain  RL'= 5625/160 = 35 ohm, masih di bawah impedansi kabel coaxial, jadi kita masih bisa menggunakan penyesuai impedansi tipe L (tuning final). Penyesuai impedansi tipe L pada pemancar transistor yaitu menyesuaikan impedansi rendah pada final  ke impedansi yang tinggi pada coaxial 50 ohm.

Dengan daya 80 watt dan tegangan drain 75 volt maka  maka arus drainya Id = 80/75 = 1,06 A nilai ini masih dalam daerah aman operasi MOSFET (save operating area) seperti pada gambar berikut.

Karena kita menggunakan K2837 pada frekuensi tinggi maka daerah DC operation sebagai patokannya dan kalaupun di modulasi masih aman.

Setelah daerah operasi diketahui, berapa input yang dibutuhkan? kita lihat gambar di bawah ini, ambil pendekatan pada  Vgs = 4 volt =  tegangan bias + tegangan input, maka pada output penguat sebelumnya (driver) diberi trafo penyesuai  impedansi.

Jadi power supply tidak membutuhkan amper besar, 3 A sudah cukup. Dengan desain ini power out pemamancar hampir 80 watt, tetapi saya tidak memfoto hasil pengukuran.Terimakasih semoga bermanfaat.

Penguat Daya Kelas C

Bipolar Junction Transistor (BJT) atau sering disebut transistor akan menguatkan setelah tegangan input melebihi bias 0,7 V sedangkan MOSFET setelah melebihi tegangan threshold (Vth) 2-4 V, kita sebut saja tegangan bias.  Untuk lebih jelasnya bagaimana penguat daya  bekerja diiliustrasikan pada gambar dibawah ini, dengan Vg = tegangan gate, Id = arus drain.




Contoh penguat daya kelas C menggunakan transistor bipolar


Contoh penguat daya kelas C menggunakan MOSFET, RV1 (trimpot) untuk menentukan bias sebesar 3 V sebelum ada signal input.



Gambar : Paul Harden, NA5N