Minggu, 23 Juni 2024
Senin, 10 Oktober 2022
Up-grade Menjadi Tranceiver
Setelah up-grade menggunakan DDS tahun 2020, pada 2022 up-grade kembali ke Tranceiver milik Sugriwo alias Walidi.
Jumat, 25 Juni 2021
Up date TX Bpk Imek 2021
Setelah pemakaian lebih dari lima tahun serta sudah sulitnya untuk kontak dengan rekan rekan lokal karena tingginya interferen, Bpk Imek memutuskan untuk membesarkan daya pancar TX nya. Klik disini perakitan TX Imek TH 2015. Penambahan daya hanya menambahkan satu tube 6146 yang sebelumnya 2 tube menjadi 3 tube, keinginannya 4 tetapi satu tube rusak.
Penambahan satu tube akan mengubah tegangangan screen dan driving power (exitasi). Dengan 3 tube Ig menjadi sekitar 3x4 mA=12 mA dan I screen 3x12 mA= 36 mA. Untuk mendapatkan Ig 12 mA dengan meningkatkan (menurunkan nilai resistor) tegangan screen driver tube 6V6. Untuk menentukan nilai resistor screen final mudahnya dengan melihat data tube 6146, dengan Va 600 V, R screen 37 kOhm sehingga untuk 3 tube; 37k/3= 12,33 k Ohm, atau dengan cara mengitung jatuh tegangan di screen; Va-Vscreen/Iscreen = 6000-150=450, 450/0,036 = 12 k Ohm. Untuk daya resistornya= 450x0,036= 16,2 watt dipilih 20 watt. Catatan: jangan memberikan eksitasi ke final melebihi data karena kanan meningkatkan arus screen/menurunkan tegangan screen
Ok sudah selesai, saaat dicoba ketika posisi st-by terjadi lompatan api pada kontak relay pemutus tegangan tube final, maka diputuskan memasang relay bias sekaligus proteksi, yaitu saat st-by, grid mendapat teganan bias -100 V dan saat on air -85 V. Dengan 3 tube 6146 tua dapat diload 200 mA lebih pada antena V terbalik balun 1:1, lumayan.
Sabtu, 07 November 2020
FINISHING RADIO ABENK (lanjutan)
Salam jumpa AMers khusunya tube lover
Pada kesempatan ini saya berbagi finishing radio Abenk. Postingan sebelumya masih terdapat masalah, audio (informasi) belum "duduk" di carrier (gelombang pembawa) sehingga pada penerimaan teman-teman DX sulit untuk dicerna audionya, yaaah audio berada di sisi upper dan lower sedangkan di center rusak. Pemancar Abenk yang rakit saya dan Oni Radio Kuno, saya mengegerjakan osilator sampai driver, final jatahnya Oni, jadi ketidak sesuaian bisa terjadi, Bang Oni gak mau utak atik selain final ha ha. Maklumlah pada tahap awal tersebut ada berbagai komponen yang belum fix dan pengukuran-pengukuran belum final.
OK, mari kita mulai.....
Sudah saya prediksi, pemancar dengan banyak tingkat dengan komponen-komponen bekas (seadanya) berpotensi ada masalah, perlu penyesuaian-penyesuaian. Saya mulai dengan mengganti kapasitor feedback osilator dengan silver mika nilainya 530 PF. Kemudian saya jalankan osilator dan mengukur output dengan frequency counter, hasilnya lumayan, dalam 1,5 menit tidak terjadi pergeseran di 1 kHz.
Selanjutnya bagian buffer, saya terapkan kelas A dengan kombinasi bias katoda dan R grid. Kemudian jalankan osilator-buffer, mengukur output apakah ada pergeseran frekueansi, alhamdulilah no problem.
Berlanjut ke bagian driver, saya ukur resonasi dengan frequency counter sambil osilator-buffer dijalankan ternyata bergeser frekuensi lebih dari 1 kHz, nah ini dia penyakitnya he he. Karena lilitan resonansi sudah diberi tap saya cari-cari dimana titik yang beresonansi sesuai osilaotr. Nah......ketemu, tapi tidak bisa persis sama dengan osilator, pada resonansinya terjadi perbedaan sekita 500 hz, saya pikir oklah gak papa, harap maklum ha ha.
Bagian final gak masalah, saya hanya mengubah power driving saja dengan R grid (dibuat Oni automatic bias) 5,7 k dan bias -90 maka arus grid sekitar 15 mA, lumayanlah untuk 4x807 bekas. Selesai....., saya coba contack denga teman-teman lokal, alhamdulillah oke.
Setelah dipancarkan dari rumah Dono (radio Abenk), alhamdulilah teman teman DX belum ada yang mengeluh dengan modulasinya, Contack dengan temen teman jawa barat, sumatra selatan, Banka Belitung, lancar jaya, yang lumayan jauh temen-temen dari Jawa Tengah dan Timur seperti Pak Tulus, Firma dll. Berikut ini skemanya, tetapi beberapa nilai komponen lupa dan lilita perlu eksperiman tergantung kapasistas varco.
Terrima kasih
Salam 73
Rabu, 30 September 2020
Abenk Radio Reborn
Oni Radio Kuno yang rakit, lagi testing
Neon tidak ketinggalan,maklum Dono orang jadul he he
Test pertama, TX masih perlu dikoprek, modulasi masih belum "duduk"
Selasa, 15 September 2020
Up-grade Pemancar Tabung Sugriwo
Jumpa lagi setelah sekian lama absen, mudah-mudahan pada sehat, Alhamdulillah sekarang saya memilik waktu walaupun sedikit untuk menggeluti kembali hobi utak atik maenan jadul pemancar AM serta mendokumentasikan di blog ini.
Bersama teman-teman lokal Lampung khususnya kota Bandar Lampung meninginkan kembali untuk aktif kembali di dunia pengebrikan AM, maka mengajak kembali Bapak Sugriwo atau Walidi yang kebetulan pemancarnya masih utuh hanya perlu dikoprek sedikit saja he he he. Setelah menemui Bapak Sugriwo ternyata beliau minta sekalian di tambah DDS. Kebetulan saya menyimpan DDS buatan Pak Dian Bandung yang belum sempat saya pergunakan, tetapi DDS belum dilengkapi dengan PTT. Berhubung kurang aktif di FB saya menghubungi Bang Oni Radio Kuno untuk order DDS buatan Adiba versi terbaru.
Singkat cerita, DDS saya tambahkan buffer dua tingkat kemudian saya suntikan ke driver 6V6 TX tabung (sebelumnya 6L6). Penguat pertama menggunakan transistor C1957 kemudian tingkat kedua mengunakan mosfet IRF 510. Berikut ini hasil utak atik hingga bisa terbang he he.
Bersama Imam Branti Lampung Selatan direkam oleh Udin Tanjung Karang Pusat
Kamis, 06 Agustus 2015
Pemancar AM 80 meter "Milik Sendiri"
Sabtu, 21 Februari 2015
Project TX AM 80 Meter "Di Tanjakan Terakhir"
Senin, 29 April 2013
Pemancar AM 2x6146
Bagian power supply fixed bias
Sugriwo (Walidi) in action

















































