Jumat, 01 Maret 2013

"Menghidupkan" Radio Philips L4

Radio Philips L4 ini saya dapat pada bulan November 2012 di Imogori Yogyakarta. Sejujurnya radio ini bukan favorit karena saya menginginkan radio-radio transistor "tua" atau yang memiliki historis atau memiliki kelebihan. Tapi karena saya baru mulai mengoleksi,  radio ini menjadi jalan pembuka.

Setelah mendapatkan informasi tentang keberadaan radio Philips L4 ini, "perburuan" dimulai sejak pagi hari mengingat perjalanan lumayan jauh. Setelah mengisi bensin motor dan sarapan pagi saya mulai menuju Imogiri. Saya menelusuri ring road selatan menuju terminal Giwangan sebagai acuan, ternyata tujuan masih jauh menurut seorang pedagang di pinggir jalan, kira-kira 12 km lagi nanti ketemu pasar baru Imogiri,  yang membuat saya tambah bingung menggunakan istilah mata angin.  

Perjalanan dilanjutkan, sampai pasar baru Imogori saya telepon si pemilik radio, agar tidak bingung saya minta dijemput saja.  Ternyata si pemilik radio selain memiliki radi Philips L4 ada lagi beberapa radio termasuk radio tabung, radio tabung tidak saya "lirik" pasti mahal "gak kuat". Radio Philips dulu hidup mas kata si pemilik, melihat kondisinya saya jadi tidak tertarik. Tapi perjalan sudah jauh, kalau tidak ada hasil akan sia-sia, rupanya si pemilik telah membaca fikiran saya, beliaupun memberikan diskon

Sampai di kost radio saya bersihkan, belum ada niat untuk reparasi, nanti kalau liburan semester saya bawa ke Lampung.    Liburan telah tiba, tapi sama sekali tidak "disentuh" maka radio saya bawa lagi ke Yogya. Sebelum masa kuliah mulai, saya niatkan untuk mereparasi, targetnya tiga hari, identifikasi penguat IF, detektor baik, maka diputuskan untuk memodifikasi penguat akhirnya menggunakan transistor silikon. Cari-cari rongsokan radio yang ada transistor germaniumnya tidak ketemu. Akhirnya radio Philips L4 ini bisa "bernyanyi".





Tr NPN D400
Tr PNP B560
D 1N4148









 



4 komentar:

  1. L 4 nya kok kayak gitu ya?pake varco plastik...punyaku varco besi semua....oscilator bikin kening cenat-cenut tuh...ne IF jg pake rafo baru ya...punyaku gedhe-gedhe....

    BalasHapus
  2. Salam perkenalan,pada asalnya adakah radio tersebut menggunakan positif ground,tapi telah dimodified menggunakan negetif ground,bagaimana bapak membuatnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga. Jalur tegangan untuk PA nya dipisah, output speaker groundnya dari positif maaf pada skema ground masih ke negatif. Trims Pak Berk

      Hapus